Mahfud MD Sebut Ada Seri Lanjutan Kasus Romahurmuziy Setelah Pilpres 2019: Percayalah, Coming Soon


Gentanusa.com ~ Pakar Hukum dan Tata Negara, Mahfud MD tegaskan bahwa kasus penangkapan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019.

Diketahui, dua kubu yang berkompetisi dalam Pilpres 2019 kerap menggoreng isu atas berbagai peristiwa yang menyangkut para politisi dari kedua kubu.

Namun Mahfud MD menepis semua tudingan yang menyebut kasus Romahurmuziy berkaitan dengan Pilpres 2019.

Mahfud MD menyebut, Romahurmuziy tidak mungkin ditangkap karena permainan tim Prabowo Subianto.

Romahurmuziy juga tak mungkin ditangkap atas perintah dari tim Joko Widodo (Jokowi).

Mahfud MD menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku pihak yang menangkap Romahurmuziy adalah lembaga yang independen.


Selain itu, Mahfud MD menyebut penangkapan Romahurmuziy adalah murni soal penegakan hukum.

Bahkan menurut Mahfud MD perihal penangkapan Romahurmuziy ini akan berlanjut dan berseri setelah Pilpres 2019.

Akan ada 'seri lanjutan' dari kasus yang menjerat mantan Ketua Partai Persatuan Pembangunan ini.

Lebih lanjut, Mahfud MD mengatakan, siapapun yang menang Pilpres 2019, kasus yang menjerat Romahurmuziy ini tak akan bisa diinterupsi.

"Yakinlah kss Romy itu tak ada kaitan dgn Pilpres.

Tak mungkin Romy di-OTT krn permainan Tim Prabowo.

Tak mungkin pula Romy di-OTT atas perintah Tim Jokowi.

@KPK_RI itu independen.

Ini murni soal hukum dan msh akan berseri stlh pilpres, siapa pun yg menang. Percayalah, coming soon," kicau Mahfud MD, Minggu (17/3/2019) pagi.


Romahurmuziy: Saya dijebak

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, Romahurmuziy mengungkapkan bahwa dirinya merasa dijebak terkait kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan lingkungan Kementerian Agama.

Hal tersebut diungkapkan Rommy setelah keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Rommy keluar dari Gedung KPK menggunakan rompi tahanan oranye dan kacamata hitam.

"Saya merasa dijebak," ujar Rommy sesaat sebelum masuk ke mobil tahanan.

Rommy tidak banyak bicara saat keluar dari gedung KPK.

Dirinya hanya menyebut pernyataannya ada dalam kertas yang telah ia bawa dan dibagikan ke awak media saat keluar dari Gedung KPK.

"Tapi detail ada di sini (kertas pernyataan)," tutur Rommy.

KPK bantah jebak Romahurmuziy

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif membantah pernyataan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang mengaku dijebak dalam operasi tangkap tangan KPK, pada Jumat, (15/3/2019) kemarin.

"Soal dijebak, menurut saya tidak ada sama sekali proses penjebakan itu."

"Jebakan itukan berarti ada orang KPK yang menjebak beliau," ujar Laode di Gedung Merah Putih KPK, Jln Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Dirinya menyampaikan bukti bahwa di lapangan KPK mendapatkan informasi adanya transaksi antara Rommy bersama rekannya.

Yakni Rommy bersama dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Gresik, Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Timur, Haris Hassanudin.

"Pertemuan itu antara teman-teman beliau sendiri."

"Itu mereka bertemu secara biasa."

"Tapi KPK bisa memantau berdasarkan laporan yang disampaikan masyarakat kepada KPK," jelas Laode.

Laode menegaskan bahwa dengan bukti-bukti tersebut, KPK tidak ada unsur menjebak.

"Itu juga salah satu bukti KPK tidak menjebak yang bersangkutan," pungkas Laode.

Seperti diketahui, Rommy ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Selain Rommy dua orang lainnya yang menjadi tersangka yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Dalam kasus ini Rommy diduga bersama pihak Kementerian Agama menentukan hasil seleksi jabatan tinggi di Kemenag.

Akibat perbuatannya, Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)





Sumber: tribunnews.com

0 Response to "Mahfud MD Sebut Ada Seri Lanjutan Kasus Romahurmuziy Setelah Pilpres 2019: Percayalah, Coming Soon"

Posting Komentar

close
Banner iklan disini