Isi CVR Lion Air PK-LQP Tunjukan Pilot Terdiam sebelum Pesawat Jatuh, Kopilot Hervino: Allahu Akbar!




Gentanusa.com ~ Isi cockpit voice recorder (CVR) menunjukan fakta baru dari peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat pada Oktober 2018 lalu.

CVR merekam situasi dalam ruang pilot pada detik-detik sebelum pesawat terjatuh.

Kepada Reuters, tiga sumber yang tak disebutkan identitasnya tersebut mengungkapkan isi CVR Lion Air PK-LQP.

Ini merupakan pertama kalinya isi CVR diungkapkan ke publik.

Namun pihak Reuters tidak memiliki rekaman maupun transkrip dari isi CVR.

Disebutkan bahwa sesaat sebelum terjatuh, Hervino diberi mandat untuk memegang kendali oleh pilot asal India, Bhavye Suneja.

Sumber pertama Reuters mengatakan kendali pesawat diberikan kepada Hervino karena Bhavye Suneja sibuk mempelajari buku manual untuk menemukan solusi saat kondisi darurat.

"Mereka sepertinya tidak tahu bahwa trim bergerak ke bawah. Mereka mengira ini hanya tentang kecepatan udara dan ketinggian. Hanya itu yang mereka bahas," kata sumber ketiga Reuters.

Dalam 9 menit berikutnya, sistem pesawat memberi tahu pilot bahwa pesawat dalam kondisi stall dan mendorong hidung pesawat ke bawah sebagai responsnya.

Pilot berusaha untuk menaikkan hidung pesawat tetapi komputer masih salah mendeteksi stall.

Akibatnya, hidung pesawat terdorong ke bawah oleh sistem trim pesawat.

Normalnya, trim berguna untuk menyesuaikan permukaan pesawat sehingga tetap terbang lurus.

Namun usaha Hervino dan Bhavye Suneja tak berhasil, pesawat pun menukik tajam.

Kopilot Harvino hanya bisa memekikkan takbir. "Allahu Akbar....Allahu Akbar!", sementara Bhavye Suneja hanya terdiam.

"Kondisinya seperti ujian, di mana ada 100 pertanyaan dan ketika waktu habis, Anda hanya bisa menjawab 75 pertanyaan. Kemudian Anda panik. Ini bagaikan kondisi time-out," kata salah seorang sumber Reuters.

Terkait isi CVR tersebut, Reuters telah meminta konfirmasi dari Lion Air, Boeing, hingga KNKT.

Juru bicara Lion Air mengatakan semua data dan informasi telah diberikan kepada pihak yang meyelidiki serta menolak berkomentar lebih lanjut.

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengumumkan laporan awal kecelakaan pesawat Lion Air penerbangan JT610 pada 28 Novermber lalu.

Pihak KNKT menyebut pesawat tersebut ternyata bermasalah sejak tiga hari sebelumnya.

Hal itu diketahui KNKT berdasarkan data perawatan pesawat.

"Dari data perawatan pesawat, sejak tanggal 26 Oktober, tercatat ada enam masalah atau enam gangguan yang tercatat di pesawat itu," kata Ketua Subkomite Investigasi KNKT Nurcahyo Utomo saat merilis temuan awal jatuhnya pesawat di kantor KNKT, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (28/11/2018), seperti dilansir dari Kompas.com.

Nurcahyo mengatakan, enam masalah yang terjadi itu berkaitan dengan masalah indikator kecepatan dan ketinggian pesawat.

Masalah tersebut pun terus terjadi hingga penerbangan terakhir sebelum pesawat jatuh, yakni untuk rute Denpasar-Jakarta pada 28 Oktober 2018.

Penerbangan rute Denpasar-Jakarta tersebut dinyatakan sudah tidak layak terbang.

Hal ini diketahui KNKT setelah mengecek black box pesawat.

"Menurut pandangan kami yang terjadi itu pesawat sudah tidak layak terbang," kata Nurcahyo.

Ia menjelaskan, Flight Data Recorder (FDR) mencatat adanya stick shaker aktif sesaat sebelum penerbangan hingga selama penerbangan.

Pada ketinggian sekitar 400 kaki, pilot menyadari adanya peringatan kecepatan berubah-ubah pada primary flight display (PFD).

Hidung pesawat PK-LQP mengalami penurunan secara otomatis.

Karena penurunan otomatis itu, kopilot kemudian mengambil alih penerbangan secara manual sampai dengan mendarat.

"Menurut pendapat kami, seharusnya penerbangan itu tidak dilanjutkan," ujarnya.

Nurcahyo mengatakan, temuan yang disampaikan KNKT hari ini merupakan laporan awal, yakni laporan yang didapat 30 hari setelah kecelakaan.

(Tribun-Video/Alfin Wahyu Yulianto)




Sumber: tribunnews.com

0 Response to "Isi CVR Lion Air PK-LQP Tunjukan Pilot Terdiam sebelum Pesawat Jatuh, Kopilot Hervino: Allahu Akbar!"

Posting Komentar

close
Banner iklan disini