KPAI Beberkan Dampak Mengerikan Korupsi Bupati Cianjur, Bisa Bikin Siswa Ma*i di Kelas


Gentanusa.com ~ Kasus korupsi Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar terkait dana alokasi khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2018 mendapat kecaman dari banyak pihak.

Salah satunya datang dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menilai korupsi itu sekaligus melanggar HAM Pendidikan anak.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti membeberkan, korupsi yang dilakukan anak bupati dua periode sebelumnya, Tjetjep Muchtar Soleh melahirkan dampak panjang.

Salah satu, tentunya akan berdampak buruk terhadap pelayanan pendidikan dan pencaoaian kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur.

“Bahkan bisa membahayakan keselamatan warga sekolah,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima PojokSatu.id, Minggu (16/12/2018).

Setidaknya ada tiga alasan untuk mendukung pernyataan Retno itu.

Pertama, kontraktor akan menurunkan kualitas bangunan dari yang seharusnya karena anggarannya juga di potong.

Akibatnya ruang kelas dan laboratorium akan dibangun dengan bahan bangunan yang tidak sesuai standar keamanan.

“Dampak buruknya, pendidik dan peserta didik bisa menjadi korban ketika bangunan sekolah runtuh saat mereka sedang belajar,” jelasnya.

Kedua, jika uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan ruang kelas dan labotarium dipotong, maka akan mempengaruhi kekuatan dan umur bangunan.

“Maka kontraktor akan membangun gedung yang tidak berumur lama,” lanjutnya.

Ketiga, ketika ruang kelas dan laboratorium tidak sesuai standar dan usia bangunan pendek, maka pendidik, peserta didik dan sekolah dirugikan.

Sebab, kedua sarana dan prasarana tersebut diperlukan dalam proses pembelajaran yang berkualitas.

Dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, tegasnya, anak-anak wajib mendapatkan perlindungan selama berada di sekolah.

“Termasuk perlindungan dari ancaman celaka akibat kualitas bangunan yang rendah,” tutupnya.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar digelandang KPK dalam kasus koupsi DAK Pendidikan Cianjur Tahun 2018.

Selain Irvan, KPK juga sudah menetapkan status tersangka kepada Kadisdik Cecep Sobandi, Kabid SMP Disdik Cianjur Rosidin dan kakak ipar Irvan, Tubagud Cepy Sethiady.

KPK menduga, kasus korupsi tersebut sudah dilakukan sejak era bupati sebelumnya, yang tidak lain adalah ayah Irvan Rivano Muchtar, Tjetjep Muchtar Soleh.

Atas dugaan itu, lembaga antirasuah tersebut berencana memanggil Tjetjep Muchtar Soleh untuk diperiksa dan dimintai keterangannya.

Sementara, usai penetapan tersangka, tim penyidik KPK langsung melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi.

Yakni Kantor Disdik Cianjur dan Pendopo Kabupaten Cianjur. Hari ini, tim penyidik juga menggeledah rumah pribadi Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi.

Keempatnya dijerat dengan Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

Sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(ruh/pojoksatu)





Sumber: pojoksatu.id

0 Response to "KPAI Beberkan Dampak Mengerikan Korupsi Bupati Cianjur, Bisa Bikin Siswa Ma*i di Kelas"

Posting Komentar

close
Banner iklan disini