Penonton A Man Called Ahok 1 Juta Penonton, Ahok Tulis Surat Dari Balik Bui: Majulah Demi Keadilan


Gentanusa.com ~ Film A Man Called Ahok menembus satu juta penonton.

Film A Man Called Ahok diketahui tayang perdana pada 8 November 2018.

Penanyangan perdana film yang menceritakan kisah hidup mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok sempat diwarnai drama.

Adik kandung Ahok, Fifi Lety Indra melalui sosial media Instagramnya sempat mengaku kecewa dengan penggambaran sosok ayahnya di film tersebut.

10 hari tayang film yang diperankan Daniel Mananta itu kini sudah ditonton oleh satu juta orang.

Ahok lantas menuliskan sebuah surat pada Sabtu (17/11/2018).

Surat tersebut ditulis dengan tinta bolpoin warna biru.

Surat yang ditulis Ahok dari jeruji besi Mako Brimob Kelapa Dua itu berisi soal ucapan terimakasih Ahok kepada masyarakat yang telah menonton filmnya.

"Kepada semua penonton film A Man Called Me Ahok, terimakasih atas dukungannya. Sehingga telah mencapai jumlah penonton sebanyak 1 (satu) juta

Majulah demi kebenaran , kejujuran, perikemanusiaan dan keadilan," tulisnya.

Pantauan TribunJakarta.com Surat itu juga ditandatangani oleh Ahok.

Surat tersebut diunggah di media sosial Instagram, sekitar satu jam yang lalu.

Ribuan komentar langsung memenuhi unggahan tersebut.

@dewarama188: "Saya suka flim ini,, keren tanpa unsur politik"

@ameliaaas19: "Disini ditunjukkan bahwa kami masih ttp menyayangi mu Pak Ahok. Semoga kisah ini menginspirasi banyak orng. Aminn"

@maurelha: "Thx untuk crta filmnya menginspirasi"

@fajarajisafaat: "Surat yang bisa didengar, berasa banget suara khas bapak saat baca suratnya."



Fifi Lety Kritik Habis Film A Man Called Ahok

Fifi Lety mengkritik habis film A Man Called Ahok.

Film A Man Called Ahok diketahui segera tayang di layar lebar pada Kamis 8 November 2018.

A Man Called Ahok menceritakan kisah hidup Ahok.

Pemutaran perdana film A Man Called Ahok disaksikan oleh adik kandung Ahok Fifi Letty pada Senin (5/11/2018).

Fifi Lety mengaku dirinya tak tega saat menonton film A Man Called Ahok.

Pasalnya menurut Fifi Lety di film tersebut kehidupan masa kecilnya digambarkan begitu berbeda.

Tak hanya itu sosok sang ayah sampai sopir keluarga Fifi Lety pun tak sama dengan di kehidupan nyata.

"Saya enggak tega nontonnya masa kecil kami, dan papa mama kami jadi beda bahkan sopir kami pun beda," tulis Fifi Lety dikutip TribunJakarta.com pada Selasa (7/11/2018).

Bahkan Fifi Lety menyinggung soal adegan-adegan yang menurutnya hanya kebohogan semata.

Namun awalnya Fifi Lety membandingkan film A Man Called Ahok dengan novel karya Rudi Valinka.

Menurut Fifi Lety dalam pembuatan novel tersebut dilakukan penelitian terlebih dahulu berbeda dengan Film A Man Called Ahok.

"Buat yang kangen dan mau tahu kebenaran, nonton lah you tube ini dan bacalah Buku A man called Ahok.

Karena Waktu bikin Buku dan you tube ini masih jujur research dan buat cerita yang benar-benar berdasarkan bukti fakta yang ada makanya kita approved.

Tetapi Ternyata setelah film jadi..," tulis Fifi Lety.

Fifi Lety menyebut dirinya bukan tak ada campur tangan dalam film tersebut.

Ia mengaku campur tanganya justru membuat dirinya kecewa dengan film A Man Called Ahok.

"Kalau saja Saya tidak pernah membantu mereka tentu saya tidak perlu kecewa karena film ini tidak akan pernah ada," tulis Fifi Lety.

Fifi Lety mengatakan dirinya sudah berkali-kali mengkoreksi naskah film itu.

Hal tersebut dilakukan Fifi Lety demi menyingkirkan adegan yang menurutnya adalah sebuah kebohongan.

Namun hal itu jadi percuma, pasalnya pihak pembuat A Man Called Ahok menyerahkan naskah saat film tersebut sudah selesai.

"Saya uda berkali-kali mencoret transkrip meminta buang semua andengan bohong, tapi ternyata mereka sudah selesai shooting baru kasih kita baca transkrip dan baru minta kita support dan approved.," tulis Fifi Lety.

Tak hanya itu Fifi Lety lantas membongkar campur tangan Ahok dalam pembuatan film A Man Called Ahok.

Menurut Fifi Lety, Ahok turut bersikeras meminta adegan dan cerita bohong dalam film tersebut dihapus.

"Untung akhirnya BTP ikut campur minta dengan keras buang semua cerita bohong, kalau tidak enggak kebayang film jadinya seperti apa," tulis Fifi Lety.

Fifi Lety mengatakan keluarganya terpaksa menerima film tersebut yang pada dasarnya tidak sesuai dengan peristiwa yang sebenarnya.

"Akhirnya keluarga terpaksa terima tidak sesuai dengan true story asal ada foto-fot asli kami di masukan di film tsb.

Saya tidak tega nonton gambaran tentang papa saya dengan gaya yang bukan Papa saya.

Buat yang mau nonton Silakan aja ambil positipnya aja kayak koko yuyu ( Basuri )," tulis Fifi Lety Indra.




Buat yg kangen dan mau tahu kebenaran, nonton lah you tube ini dan bacalah Buku A man called Ahok. Karena Waktu bikin Buku dan you tube ini masih jujur research dan buat cerita Yg benar2 berdasarkan bukti fakta Yg ada makanya kita approved. Tetapi Ternyata setelah film jadi ....saya engak tega nontonnya masa kecil Kami dan papa Mama kami Jadi beda bahkan sopir kami pun beda kšŸ˜‚ Bukankah true story Harusnya sama dgn cerita aslinya dan org2 Yg Di cerita kan sebaik mungkin sesuai dgn karakter yg ada? Film2 bagus hasil karya Yg baik sampai baju pun Di sama kan dgn zaman dan tokoh tersebut. Org Yg memerakan tokoh Yg Di perankan paling tidak pernah ketemu ya x Kalau masih Hidup orgnya ? Kalau uda meninggal paling tidak foto2nya kan ya ? Research gitu x ya ? Kalau saja Saya tidak pernah membantu mrk tentu Saya tidak Perlu kecewa karena film ini tdk akan pernah ada. Saya tidak bisa diam saja karena ini cerita Papa saya Yg mrk buat namanya kejujuran dan kebenaran tetap harus Di utanakan Apapun alasannya kan mottonya juga BTP. Saya uda ber x2 mencoret transkrip meminta buang semua andengan bohong Ttp Ternyata mrk sudah selesai shooting baru kasih kita baca transkrip dan baru minta kita support dan approved. Untung akhirnya BTP ikut campur minta dengan keras buang semua cerita bohong, Kalau tidak Engak kebayang film jadinya spt apa. Well semua cerita bohong Uda Di buang Yg lain ya uda terpaksa Di Trima walaupun tdk sesuai Ttp ya uda lah Penting engak ada kebohongan dan tidak merugikan BTP. Untuk film saya Sudah minta ber x2 gambaran Papa saya Diisesuai kan dgn Papa saya Ttp karena mrk uda selesai shooting baru kasih liat transkrip ke kita ., ya jadi Sedih kok Papa saya kayak gitu cara pakaiannya gayanya semua beda. Untunglah semua bagian2 bohong tdk sesuai aslinya Sudah Di cutt itupun setelah koko Ahok sendiri Yg minta baru mrk mau cutt bagian2 tsb. Akhirnya keluarga terpaksa trima tidak sesuai dengan true story asal ada foto2 asli kami Di masukan di film tsb. Saya tidak tega nonton gambaran ttg papa saya dengan Gaya Yg bukan Papa saya. Buat yang mau nonton Silakan aja ambil positipnya aja kayak koko yuyu ( Basuri ) šŸ™šŸ˜‡šŸ™
A post shared by Fifi Lety Tjahaja Purnama (@fifiletytjahajapurnama) on








Sumber: tribunnews.com

0 Response to "Penonton A Man Called Ahok 1 Juta Penonton, Ahok Tulis Surat Dari Balik Bui: Majulah Demi Keadilan"

Posting Komentar

close
Banner iklan disini