Teddy Gusnaidi Sebut Roy Suryo Hanya Bernyali Non-Aktif di Demokrat, Enggak dari DPR


Gentanusa.com ~ Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi memberikan tanggapan soal Roy Suryo yang nonaktif dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Teddy Gusnaidi melalui laman Twitter miliknya, @TeddyGusnaidi, Sabtu (15/9/2018).

Melalui kicauannya itu, Teddy menyebut Roy Suryo memiliki keberanian untuk nonaktif dari Partai Demokrat.

Namun, tambahnya, Roy Suryo ternyata tidak bernyali untuk non-aktif sebagai anggota DPR.

Teddy lantas mempertanyakan apa alasan Roy Suryo atas tidak inginnya Roy Surto non-aktif dari DPR.

Diketahui, Roy Suryo menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi 1 Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Roy Suryo punya nyali non-aktif dari Partai @PDemokrat dengan alasan mengurusi masalah dapur (Panci, sendok dan sebagainya), tapi gak punya nyali non-aktif sebagai anggota DPR.

Apakah karena masalah dapur (dompet) hingga Roy gak bernyali untuk Non-aktif dari DPR? @KRMTRoySuryo2," tulis Teddy.



Diberitakan TribunJakarta.com, Partai Demokrat angkat bicara mengenai beredarnya surat pernyataan kadernya, Roy Suryo yang meminta untuk dinonaktifkan sementara dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat hingga urusan aset Kemenpora selesai.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan pihaknya per hari Jumat (14/9/2018) resmi membebastugaskan sementara Roy Suryo dari jabatannya.

"Per hari ini, kami sudah putuskan membebastugaskan beliau sementara waktu dari Wakil Ketua Umum," ujar Hinca Panjaitan, Jumat (14/9/2018).

Ini menanggapi beredarnya surat pernyataan yang didapat dari pengacara Roy Suryo, M Tigor Simatupang.

Surat tersebut sudah ditandatangani oleh Roy Suryo pada Rabu (12/9/2018).

Dalam surat itu ada tiga poin yang ia sampaikan.

Di antaranya menyerahkan kasus aset Kemenpora yang dituduhkan kepadanya melalui kuasa hukumnya, M Tigor Simatupang, dinonaktifkan sementara di Partai Demokrat, serta tetap menjalankan tugas sebagai Anggota DPR RI Komisi I Dapil Yogyakarta.

Berikut isi surat pernyataan Roy Suryo.

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertandatangan dibawah ini,

Nama : KRMT Roy Suryo Notodiprojo

No KTA : 3404000200

Jabatan Sekarang : Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat

Bersama dengan Surat ini menyatakan sebagai berikut :

1. Merespons kondisi berdasarkan issue terakhir, dimana saya "dituduhkan" masih menyimpan Aset negara selepas dari Jabatan terakhir selaku Menpora 2013-2014, maka saya telah menunjuk Kuasa Hukum secara Pribadi, tanpa harus melibatkan Partai Demokrat (karena persoalan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Urusan Partai), yakni Bp M Tigor Simatupang, SH dan Law Firm-nya.

2. Oleh sebab itu agar Urusan ini juga tidak selalu dikait-kaitkan dengan Partai Demokrat secara umum, juga secara khusus kepada Bp Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Umum, maka Mohon agar saya dapat Non-aktif sementara dalam Jabatan sekarang (Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat) sampai Urusan ini selesai.

3. Namun demikian sesuai Amanah yang sudah saya emban dengan Konstituen dan demi tetap menjaga Nama baik PArtai Demokrat, khususnya di Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maka saya tetap akan melaksanakan tugas-tugas tersebut selaku Anggota DPR-RI Komisi-1 dari Dapil DIY sekaligus menjalankan Instruksi Bapak SBY dan Mas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Komandan Kogasma untuk menjalankan Politik Memenangkan Pilpres dan Memenangkan PiLeg, dalam hal ini terus berusaha memenangkan Partai Demokrat, sesuai Arahan yang barusan diterima.

Demikian Surat Pernyataan ini saya buat, Semoga dengan ini semua pihak yang berkepintangan dapat Maklum adanya dan tetap menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing, serta tetap menjaga Marwah partai Demokrat di mata masyarakat.

Jakarta, Rabu 12 September 2018

TTD

(KRMT Roy Suro Notodiprojo)

Diwartakan Kompas.com sebelumnya, persoalan mengenai barang milik negara (BMN) yang diduga masih dipegang Roy Suryo terungkap dari surat yang beredar di media sosial sejak awal September 2018.

Surat dengan kop Kemenpora itu ditujukan kepada Roy Suryo tertanggal 3 Mei 2018.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, barang milik negara yang diduga masih berada dalam penguasaan Roy Suryo mencapai maksimal Rp 9 miliar.

"Enggak sampai (ratusan miliar). Setahu saya antara Rp 8 miliar- Rp 9 miliar," ujar Imam saat dijumpai di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/9/2018).

Setelah persoalan ini mencuat, Roy Suryo pun membantah menguasai ribuan unit barang milik negara.

"Terhadap aset BMN Kemenpora sebanyak 3.226 unit yang disebutkan-sebutkan masih saya bawa, padahal tidak sama sekali," ujar Roy, Selasa (4/9/2018) malam.

Belakangan, kuasa hukum Roy, Tigor Simatupang menduga ada oknum Kemenpora yang bertanggung jawab atas barang milik negara itu.

"Saya rasa, diduga keras ini adalah akal-akalan oknum Kemenpora sendiri ya," ujar Tigor.
(TribunWow.com/ Ananda Putri Octaviani)




Sumber: tribunnews.com

0 Response to "Teddy Gusnaidi Sebut Roy Suryo Hanya Bernyali Non-Aktif di Demokrat, Enggak dari DPR "

Posting Komentar

close
Banner iklan disini