Pengamat Sebut Jokowi Bisa Kalah Jika Prabowo Gandeng Sosok Ini Sebagai Cawapres

Gentanusa.com ~ Pengamat politik dari The New Indonesia Foundation, Reinhard mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih memiliki peluang besar mengalahkan Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Asalkan, ketua umum Partai Gerindra itu menggandeng mantan Menko Maritim Rizal Ramli sebagai calon wakil presiden di pilpres 2019, maka Jokowi bisa kelar," kata Reindhard kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Menurutnya, ada tiga alasan mengapa ekonom senior yang akrab disapa RR itu menjadi faktor penentu kemenangan Prabowo atas Joko Widodo di pilpres yang akan digelar tahun depan itu.

Keunggulan RR (Rizal Ramli) pertama, beliau adalah seorang ekonom yang paham betul kelemahan pembangunan ekonomi di era Jokowi. Masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Jokowi di sektor tersebut pasti akan mendukung sosok ekonom handal pembawa solusi.

"Publik kurang puas dengan kinerja Jokowi. Daya beli tidak membaik, impor pangan semakin gencar, ketimpangan pendapatan tetap tinggi. Pada saat yang sama mereka melihat dan membaca RR banyak memberikan solusi-solusi terobosan untuk atasi semua masalah ekonomi tersebut," jelas Reinhard.

Kedua, Rizal adalah simbol keberpihakan rakyat. Klaim itu berdasarkan rekam jejaknya sebagai tokoh pergerakan selama 40. Perlu diketahui, dengan menyingkirkan Rizal dari kabinet, maka sama saja Jokowi menghilangkan simbol keberpihakan rakyat dari pemerintahannya. Gambaran itu tampak jelas dari kasus Reklamasi Teluk Jakarta.

"Publik seluruh Indonesia paham benar bahwa RR direshuffle oleh Jokowi setelah berani hentikan reklamasi Pulau G milik Agung Podomoro karena alasan teknis dan kerakyatan. RR adalah pemilik saham terbesar atas isu reklamasi ini, bukan Anies Baswedan. Dan isu reklamasi jelas akan muncul lagi saat Pilpres 2019," sebut Reinhard.

Keunggulan Ketiga, kata Reindhard, bangsa ini membutuhkan negarawan berkapasitas internasional yang mampu mengimbangi agresivitas Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Sebagaimana diketahui, setelah pemimpin RRT, Xi Jinping dimungkinkan menjabat lebih dari dua periode oleh Kongres Nasional Tiongkok, singgung Pengamat politik dari New Indonesia Foundation. Dian juga menilai, bahwa Rizal Ramli  punya kemampuan untuk melakukan itu. Sebab, pria kelahiran Sumatera Barat itu adalah penasehat ekonomi PBB bersama tiga orang peraih Nobel Ekonomi.

"Publik melihat Jokowi sangat lemah dalam melakukan negosiasi dengan pemerintah RRT. Terutama terlihat dari masih maraknya isu membanjirnya tenaga kerja asal Tiongkok di Indonesia. Posisi pengakuan Indonesia atas Laut Natuna Utara juga masih diingat publik sebagai inisitatif RR ketika masih menjabat menko kemaritiman," paparnya.
Namun, Reinhard sadar bahwa sampai sekarang Rizal belum masuk ke dalam diskursus publik soal calon wakil presiden. Namun, dia yakin semua itu akan berubah dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Rizal Ramli menyatakan, dirinya siap menjadi calon presiden (capres) pada Pemilu 2019 dan memimpin Indonesia 2019-2024.

“Saya siap untuk memimpin Indonesia tahun 2019-2024. Saya siap untuk memimpin Indonesia agar lebih baik, lebih adil dan lebih makmur,” kata Rizal Ramli kepada wartawan, di Jakarta, Senin (5/3/2018) lalu.

Rizal Ramli mencontohkan ketika dirinya menjabat Menko Perekonomian saat itu, meski hanya menjabat 21 bulan, namun mampu memperbaiki ekonomi Indonesia. Dia merinci, pertumbuhan ekonomi dari -3 persen menjadi 4,5 persen, utang luar negeri berkurang 4,15 dolar AS, ekspor naik 2 kali, gaji PNS naik 125 persen dan Gini indek 0,31 persen yang merupakan terendah sepanjang sejarah.

selain itu kata Rizal Ramli, dalam banyak kasus, presiden selalu diintervensi oleh kekuatan-kekuatan besar dari dalam maupun luar negeri sehingga kebijakan yang baik terpaksa dibatalkan.

“Itulah alasan mengapa saya memutuskan siap untuk memimpin Indonesia tahun 2019-2024,” kata Rizal Ramli saat menggelar konferensi pers pendeklarasian dirinya di kediamannya di kawasan jakarta Selatan pekan lalu itu.

Adapun, alasan lain mengapa dia siap memimpin Indonesia. Pertama, saat ini ada rasa kurang nyaman, ada kegelisahan kolektif sebagai bangsa dalam berbagai hal, seperti kerukunan berbangsa, keadilan dan demokrasai.

Kedua, ada gejala kemunduran demokrasi dan ada keinginan terselebung untuk kembali ke sistem semi otoriter.

“Demokrasi saat ini tidak membawa kemakmuran bagi rakyat, kecuali untuk kalangan elit. Kami ingin mengubah demokrasi sehingga membawa kemakmuran untuk semua rakyat Indonesia,” paparnya.

Alasan ketiga, bahwa demokrasi hanya bermanfaat jika disertai dengan keadilan. Namun dia melihat, saat ini banyak terjadi ketidakadilan, hukum sering dijadikan alat kekuasaan.

Sebagai pengamat ekonomi, dia juga menilai pertumbuhan ekonomi selama 3 tahun terakhir stagnan di angka 5 persen. Pada hal menurut dia, dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, rakyat rajin dan ingin bekerja, maka ekonomi Indonesia bisa ditingkatkan ke 10 persen tahun 2019-2024. Maka, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu, akan banyak tersedia lapangan kerja, upah akan meningkat dan kemiskinan akan berkurang,” papar pria berkacamata yang biasa disapa RR itu.


Sumber: netralnews.com

0 Response to " Pengamat Sebut Jokowi Bisa Kalah Jika Prabowo Gandeng Sosok Ini Sebagai Cawapres "

Posting Komentar

close
Banner iklan disini