Pendiri PA 212 Sebut PKS dan Gerindra Panik Hadapi Anak Muda PSI

Gentanusa.com ~ Salah satu pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf menduga, Partai Gerindra dan PKS panik melihat sepak terjang anak-anak muda di Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sehingga mereka memprotes pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan petinggi PSI di Istana, pada Kamis (1/3/2018).

"Mosok hadapi anak-anak muda PSI kelihatan panik dan nekat mempertunjukan kebodohan. Perilaku yang demikian bisa jadi lantaran kena virus mahar politik dan koruptif," kata Faizal kepada NNC, Minggu (4/3/2018).

Pasalnya, dijelaskan Faizal, perjumpaan Jokowi-PSI di Istana adalah hal yang biasa, apalagi PSI sebagai partai pendukung pemerintah dan berkomitmen memberantas kejahatan korupsi. Kebersamaan yang ditunjukan justru dinilai rakyat positif.

"PSI tetaplah tegar, tidak boleh gentar menghadapi dinamika politik yang semakin tidak sehat. Teruslah berjuang melawan kejahatan korupsi dan konsisten memerangi radikalisme," tegasnya.

Lagi pula, lanjut Faizal, Jokowi juga pernah bertemu dan makan siang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana, serta  naik kuda bareng di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Bahkan, ditambahkannya, hal yang sama dilakukan di saat rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dimana Presiden PKS dan Gerindra juga bebas masuk keluar Istana membicarakan berbagai ihwal dengan Presiden. Toh publik tidak mempersoalkan.
"Mestinya elite PKS dan Gerindra introspeksi diri, bersikap bijak dan dewasa. Agar tidak menistakan akal sehat lantaran terkepung oleh dendam dan kebencian yang menyala-nyala," ujar Ketua Progres 98 itu.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie, Ketua II PSI Tsamara Amany, dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni, menyambangi Istana dan bertemu Presiden Jokowi pada Kamis (1/3/2018), untuk membahas Pilpres 2019.

Namun pertemuan tersebut menuai kritik dari sejumlah elit Partai Gerindra dan PKS. Mereka berpendapat, aktivitas rapat soal pemenangan Pemilu 2019 di Istana sebagai bentuk penyalahgunaan fasilitas negara demi kepentingan pribadi.

"Ini aneh. Masih jam kerja. Di Istana Negara pula. Dan bicara pemenangan Pilpres yang semestinya tidak boleh dilakukan dengan menggunakan fasilitas negara," ungkap Wasekjen PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (2/3/2018).

"Secara etika tidak dibenarkan. Undang-undang Pemilu kan juga mengatakan tidak boleh menggunakan fasilitas negara," ujar Ketua DPP Gerindra Riza Patria.

Hal senada juga diutarakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono. Menurutnya, Jokowi menyalahgunakan kekuasaan karena menggunakan Istana untuk membicarakan pemenangan Pemilu 2019 bersama PSI.

"Penyalahgunaan kekuasaan itu. Abuse of power. Mengundang salah satu parpol dan membicarakan kiat atau strategi pemenangan di 2019, aneh menurut saya," tegas Ferry di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (3/3/2018).


Sumber: netralnews.com

0 Response to " Pendiri PA 212 Sebut PKS dan Gerindra Panik Hadapi Anak Muda PSI "

Posting Komentar

close
Banner iklan disini