Pecah Jadi 3, MUI Kritik Alumni 212

Gentanusa.com ~ Alumni 212, bermula dari aksi 2 Desember 2016 lalu, yang dikenal sebagai aksi bela Islam dan bela Al Quran.

Saat menjalankan aksi, kawasan Monas hingga Thamrin dipenuhi massa yang menggelar salat Jumat. Aksi itu sendiri dipicu persidangan Ahok atau Basuki T Purnama dalam kasus penistaan agama.

Ahok sendiri kini sudah menjalani penahanan dan divonis bersalah. Walau Ahok kini mengajukan peninjauan kembali atau PK.

Namun seiringnya berjalannya waktu, gerakan 212 terus tumbuh, hingga lahirnya alumni 212. Isu-isu yang diusung alumni 212 beragam, termasuk menyinggung urusan politik.
Kini, alumni 212 terpecah tiga kelompok. Ada kelompok Presidium 212, Persaudaraan 212, dan Garda 212. Kelompok ini memiliki agenda masing-masing, namun semuanya bergerak dalam kerangka alumni 212.

Karena itu KH Cholil Nafis Lc, Ph D, pengasuh Pesantren Cendekia Amanah yang juga Ketua Komisi Dakwah MUI melontarkan kritik. Menurut dia, masalah penistaan agama sudah selesai karena pengadilan sudah memutusnya, hukum sudah dijalankan dan semua proses saudah selesai.

"Meskipun masih ada proses hukum peninjauan kembali (PK). Atau bahkan ada yang belum bisa move on, baiknya kita rajut kembali sebagai anak bangsa demi NKRI," kata Cholil dalam keterangannya, pada hari Minggu (4/3).

Cholil mengapresiasi semangat umat yang dahulu bergerak saat tersinggung dengan penistaaan agama (Al-Qur’an) yang secara spontan lalu menggelar unjuk rasa sampai dikenal dengan gerakan demo 212.

"Itu bukan rekayasa, bukan kekuatan figur dan bukan kelompok tertentu tapi itu umat," terangnya.


Sumber: jitunews.com

0 Response to " Pecah Jadi 3, MUI Kritik Alumni 212 "

Posting Komentar

close
Banner iklan disini