Terkait Habib Rizieq, Pendiri PA 212 Sebut Anies dan Taufik Tak Pantas Jadi Pejabat Publik

Gentanusa.com ~ Pendiri Presidium Alumni 212 Faizal Assegaf menyebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik tak pantas menjadi pejabat publik.

Hal itu disampaikan Faizal menanggapi bantahan Taufik atas pernyataannya yang menyebutkan   Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali ke Indonesia jika dijemput Anies.

"Taufik dengan Anies ini g****k kalau menurut saya. Tak pantas jadi pejabat publik. Tulis saja g****k. Saya tanggung jawab itu," kata Faizal kepada NNC, Selasa (27/2/2018).

Padahal menurut Faizal, Undangan-undang otonomi daerah Nomor 32 Tahun 2004 telah mengatur soal Kepala Daerah, yakni berkewajiban melindungi serta menciptakan ketentraman bagi warganya.

"Mereka harus menyadari bahwa pendekatan pemerintahan itu sekarang tidak lagi sentralistis tapi otonomi daerah, desentralisasi. Dalam konteks desentralisasi yang namanya gubernur itu memiliki kewajiban untuk melindungi serta menciptakan ketentraman dan kedamaian," paparnya.

Faizal juga menilai, Anies seakan-akan membiarkan isu soal Habib Rizieq ini terus bergulir dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal ditengah-tengah masyarakat.

"Sebagai kepala daerah kalau ada kegaduhan yang berpotensi menimbulkan SARA dan konflik horizontal mestinya dia turun tangan. Saya bicara ini atas dasar undang-undang," jelas Ketua Progres 98 itu.

Sebelumnya, Faizal menyebut, salah satu alasan Habib Rizieq akan kembali ke Tanah Air adalah jika dijemput Anies. "Kalau Anies yang bujuk, Habib Rizieq mau ikut. Pasti," kata Faizal di D'Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (17/2/2018).
Namun ia mengaku kecewa karena Anies dan wakilnya Sandiaga Uno tak merespon dan justru terkesan membiarkan Habib Rizieq menghadapi masalah sendirian. Padahal, Habib Rizieq dan gerakan 212 sangat berkontribusi besar membawa Anies-Sandi memenangi Pilkada DKI 2017.

"Faktanya, Anies dan Sandi tampak membiarkan Rizieq digoreng oleh isu-isu SARA dan politik destruktif. Sikap demikian tidak elok, kacang lupa kulit. Padahal mereka punya otoritas untuk menertibkan dan melindungi warganya," paparnya.

"Seharusnya mereka bersikap peduli, mencari solusi bagi HRS. Rizieq adalah warga negara ber-KTP Jakarta yang punya hak untuk mendapatkan jaminan ketenangan dan kenyamanan dari Pemprov DKI," tandas Faizal.

Pernyataan Faizal ini dibantah oleh Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik. Ia mengatakan, tidak ada kaitannya berbagai aksi di ibukota dengan terpilihnya Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017.

"Ngarang itu. Ngarang Faizal. Siapa yang manfaatin? Yang manfaatin siapa? Nggak ada (Anies memanfaatkan Rizieq). Urusan itu kan sebelum ada pemilih gubernur sudah ramai dimana mau memanfaatkannya. Orang Anies sudah jadi gubernur kok ribet banget gitu loh," kata Taufik di Balai Kota, Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Soal kepulangan Habib Rizieq, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu menyebut, pulang atau tidaknya Habib Rizieq, merupakan keputusan pribadi dan tidak berkaitan dengan Anies.

"Yah terserah Habib Rizieq. Ya terserah dia. Ini hak pribadinya Rizieq mau pulang mau tinggal terus disana, itu urusannya dia (Rizieq) bukan urusan kami. Ya saran, (Rizieq) ikuti hati nurani," ujar Taufik.

Sementara itu, Anies Baswedan lebih memilih bungkam setiap diminta tanggapannya soal kabar kepulangan Habib Rizieq.


Sumber: netralnews.com

0 Response to " Terkait Habib Rizieq, Pendiri PA 212 Sebut Anies dan Taufik Tak Pantas Jadi Pejabat Publik "

Posting Komentar

close
Banner iklan disini