Polisi Tangkap Jaringan MCA, Presidium Alumni 212: MCA yang Asli Sangat Berakhlak

Gentanusa.com ~ Novel Bamukmin meyakini anggota MCA bukanlah kelompok penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Menurutnya, para pelaku yang ditangkap polisi bisa saja mengklaim dirinya sebagai anggota MCA.

Humas Presidium Alumni 212, Novel Bamukmin angkat bicara terkait penangkapan sejumlah anggota grup ‘The Family MCA (Muslim Cyber Army)’ oleh polisi pada Senin (27/2/2018) kemarin. Novel menilai, penangkapan anggota MCA tidak adil dan merugikan umat Islam.

Menurut Novel, polisi harus membuktikan lebih dahulu apakah pelaku benar-benar anggota MCA atau bukan. Sebab, kata dia, MCA yang asli tahu hukum agama dan bela ulama dan negara.

“Polisi harus buktikan dulu, jangan main tangkap saja,” kata Novel saat dihubungi, Selasa (27/2/2018).

Novel meminta sebaiknya polisi lebih dulu menemukan penyebar paham komunis. Menurutnya, isu kebangkitan PKI bukan isapan jempol belaka.

“Dan harus adil juga dengan menangkap orang-orang yang terlibat penyebaran paham komunis. Upaya-upaya terus mendukung bangkitnya PKI itu sudah ada dan terstruktur,” lanjut Novel.

Novel juga yakin jika MCA bukan kelompok penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Dia berpendapat pelaku yang ditangkap polisi bisa saja mengklaim dirinya sebagai anggota MCA.

“MCA yang asli tahu hukum agama dan bela ulama dan negara. Jadi gak mau mereka menyebarkan hoaks,” katanya.
Justru, kata Novel, MCA yang asli sangat berakhlak, kerjanya bahkan untuk melawan hoax pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla ini.

Kendati demikian, pernyataan Novel tersebut berseberangan dengan apa yang diungkapkan Koordinator Regional Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFE Net) Damar Juniarto. Menurut Damar, jaringan MCA di media sosial memiliki empat jaringan besar yang lebih berbahaya dari Saracen. Penangkapan jaringan MCA oleh kepolisian ternyata sudah menjadi sorotan SAFE Net sejak tahun lalu.

Menurut Damar, SAFE Net yang memfokuskan pada kebebasan berekspresi online se-Asia Tenggara dalam konteks Hak Asasi Manusia sudah mendeteksi tindak pidana yang dilakukan jaringan MCA terkait adanya keterlibatan dalam tindakan persekusi.

“Bahwa jaringan ini jauh lebih besar dari Saracen. Karena motivasinya bukan bisnis seperti Saracen. Ini dia motifnya adalah politik menyebabkan gesekan sosial,” kata Damar kepada KriminologiSelasa, 27 Februari 2018.

Sebagaimana diketahui, polisi menangkap setidaknya 14 biang kerok penyebar ujaran kebencian dan hoaks yang tergabung dalam aplikasi percakapan WhatsApp bernama ‘The Family MCA’. Polisi mengklaim, penangkapan tersebut sebagai bagian dari kesepakatan Indonesia dan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam memerangi diskriminasi rasial sebagaimana tertuang dalam deklarasi International Day for the Elimination of Racial Discrimination.

0 Response to " Polisi Tangkap Jaringan MCA, Presidium Alumni 212: MCA yang Asli Sangat Berakhlak "

Posting Komentar

close
Banner iklan disini