Nih, Foto Wajah-wajah dan Identitas Anggota The Family MCA


Gentanusa.com ~  Setelah menangkap empat orang anggota The Family MCA (Muslim Cyber Army), polisi berhasil menangkap dua orang lainnya.

Kini, total pelaku yang sudah ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri adalah enam orang.

Penangkapan para pelaku yang tergabung dalam The Family MCA itu dilakukan tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelejen Khusus (Dit Kamsus BIK).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal menyatakan, penangkapan enam orang anggota kelompok MCA yang menyebarkan berita hoax dan ujaran kebecian tersebut dilakukan serentak selama dua hari di tempat berbeda.

Yaitu ML (40) ditangkap di Sunter, Jakarta Utara. RSD (35) ditangkap di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

RS ditangkap di Jembrana, Bali. Sedangkan Yus ditangkap di Sumedang Jawa Barat.

“Dua tersangka lain ditangkap di Palu, Sulawesi Tengah dan Yogyakarta. Inisial dua orang itu masih belum diketahui,” jelas Iqbal.

Sementara untuk RSD sendiri, tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) aktif di Pangkal Pinang.

Dari pemeriksaan awal, lanjut Iqbal, pihaknya menduga ada kemiripan antara Muslim Cyber Army dengan kelompok Saracen.

Keduanya, sama-sama menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian melalui media sosial.

“Sejauh ini ada beberapa karakteristik yang agak mirip (dengan Saracen),” ucap Iqbal di Divhumas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018).

Namun dia juga menyebut The Family MCA juga memiliki perbedaan dengan Saracen.

Sayang, mantan Kapolrestabes Surabaya itu enggan mengungkapkannya dengan alasan masih melakukan penyelidikan.

“Sabar saja, akan kami sampaikan besok,” tambahnya.

Terpisah, Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar menyatakan, perbedaan The Family MCA dengan Saracen ada pada struktur organisasi.

Irwan menambahkan, jika Saracen memiliki garis organisasi yang terstruktur, The Family MCA malah sebaliknya, hanya kelompok di grup pesan tertulis.

“Kalau ini (MCA) tidak ada struktur organisasinya, tapi mereka jelas berkelompok,” jelas dia.

Terpisah, Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar, Selasa (27/2/2018).

Akademi tempur dan sniper adalah tim yang khusus melempar isu provokatif di media sosial.

Seperti isu kebangkitan PKI, penculikan ulama, dan ujaran kebencian terhadap tokoh pemerintahan.

“Mereka punya Cyber Troop, bahkan punya akademi tempur MCA, juga punya tim sniper,” terang dia.

Fakta Mencengangkan, Salah Satu Anggota The Family MCA Ternyata PNS di Kota Ini
Akan tetapi, lanjut Irwan, pihaknya tak mau berandai-andai.

Karena itu, untuk memastikan, penyidik bakal memeriksa lebih lanjut apakah tim itu benar bagian dari MCA atau bukan.

Di sisi lain, Polres Majalengka menangkap Tara Asih yang juga kedapatan menyebar isu hoax pembunuhan seorang muazin di Majalengka.

Hei Anggota Kelompok MCA, Kenapa Kabur ke Luar Negeri? Identitas Sudah Ketahuan kok
Perempuan 48 tahun warga Desa Kalasan, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah tersebut dilakukan di rumah kerabatnya di Jakarta Utara.

Ironisnya, Tara tercatat berprofesi sebagai dosen Bahasa Inggris di sebuah universitas ternama di Jogjakarta.

Polda Jawa Barat sendiri sudah memastikan bahwa Tara Asih adalah bagian dan anggota The Family MCA.

Tapi, belum dapat dikonfirmasi apakah Tara Asih adalah salah satu dari enam pelaku yang sudah ditangkap atau bukan.

Sementara, beredar foto wajah-wajah dan identitas pelaku anggota The Family MCA. Ada empat foto disertai dengan identitasnya masing-masing.

Berikut foto wajah dan identitasnya:






TAW yang berprofesi sebagai dosen di sebuah universitas di Jogjakarta ditangkap karena menyebar isu muazin dibunuh orang gila. Foto via Radar Majalengka






Sumber: pojoksatu.id

0 Response to "Nih, Foto Wajah-wajah dan Identitas Anggota The Family MCA"

Posting Komentar

close
Banner iklan disini