Arbi Sanit: Fahri Cuma Berusaha Survive di Akhir Karir Politiknya

Gentanusa.com ~ Pengamat politik Arbi Sanit menilai, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mencoba bertahan di akhir karir politik dia dengan membuat pernyataan-pernyataan yang kontroversial, salah satunya mengusulkan agar pemerintah membubarkan KPK dan Komas HAM.

"Dia cuma berusaha survive, bertahan pada posisi akhir yang tersisa. Ini Kan di akhir karir politiknya. Ini yang di eksploitasi, dimaksimalkan," kata Arbi kepada Netralnews.com, Minggu (9/7/2017).

Akhir karir politik yang dimakasudkan Arbi yakni soal keanggotaan Fahri di PKS yang juga berdampak pada posisinya sebagai Wakil DPR.
Menurutnya, meski Fahri menang di pengadilan atas gugatan pemecatannya di PKS, namun putusan itu belum inkracht lantaran PKS mengajukan banding. Dan karena proses hukum masih berjalan maka status Fahri sebagai anggota PKS menjadi status quo.

"Dia itu sedang menghadapi proses hukum saja. Memang aturan hukum adalah status seseorang berperkara adalah status quo. Itu yang diandalkannya," ujar Arbi.

"Jadi ini persoalan manipulasi saja. Dimanipulasinya posisi dia yang belum selesai diakhiri, baik oleh PKS maupun oleh pemerintah maupun oleh DPR. Kan dia sedang dalam prosea pemecatan. Hanya menggantung," ungkapnya.

Sebelumnya, Fahri meminta Presiden Joko Widodo untuk membubarkan Komnas HAM dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebab lembaga-lembaga tersebut sebetulnya sudah tidak diperlukan karena fungsi dan tugasnya telah ada di dalam lembaga inti negara, seperti kepolisian dan Kementerian Hukum dan HAM.


Sumber: netralnews.com

2 Responses to " Arbi Sanit: Fahri Cuma Berusaha Survive di Akhir Karir Politiknya "

  1. Promo www.Fanspoker.com :
    - Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
    - Bonus Cashback 0.5% Setiap Senin
    - Bonus Referal 20% Seumur Hidup
    || bbm : 55F97BD0 || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    BalasHapus

close
Banner iklan disini