Ini Pernyataan Keras Kapolda Anton kepada Habib Rizieq Terkait Pengerahan Massa Saat Diperiksa

Gentanusa.com ~ Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan meminta imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab kooperatif dalam pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan Pancasila. Polisi meminta Rizieq memenuhi panggilan tanpa ada pengerahan massa.

"Sudah saya imbau berkali-kali untuk tidak mengerahkan massa," kata Anton saat dihubungi detikcom, Senin (6/2/2017) malam.

"Ya kooperatiflah. Jangan bawa massa dan mengelak semua pertanyaan. Jadi jangan ingin menang sendiri," sambungnya.

Anton mengatakan, masyarakat juga kurang suka dengan pengerahan adanya massa tersebut. Sebab dapat berpotensi mengganggu ketertiban.

"Kemarin juga pemeriksaan santai-santai saja, nggak ada apa-apa. Jangan ingin menunjukkan, mobilisasi massa itu kan seolah-olah untuk menakut-nakuti, menunjukkan kekuatan, tidak perlu lah," ujarnya.

Panggilan ini merupakan yang pertama untuk Habib Rizieq sebagai tersangka. Jika tidak ada kabar, maka penyidik akan melayangkan panggilan kedua.
"Kita belum tahu gimana dari pihak pengacaranya, apakah dia minta diundur hari apa atau tidak jadi datang terus kita bikin panggilan lagi," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus saat dihubungi terpisah.

Yusri mengatakan, pihaknya akan tetap menunggu kepastian datang atau tidaknya Habib Rizieq hari ini. Termasuk kemungkinan adanya pemberitahuan dari pengacara Rizieq.

"Kita tunggu saja. Kalau tidak ada berita berarti kita layangkan panggilan kedua, kalau nggak datang lagi ya terpaksa surat perintah membawa. Mekanisme hukum kan kayak gitu," ujarnya.

Juru bicara FPI Slamet Ma'arif sebelumnya mengatakan Habib Rizieq disebut tidak dapat memenuhi panggilan tersebut karena alasan kesehatan.

"Besok (hari ini-red) kan pengacaranya ke sana (Polda Jabar). Habibnya kurang sehat, kecapekan biasa, uzur syar'i atau halangan yang dibenarkan secara agama," kata Slamet saat dihubungi terpisah.

Rizieq menjadi tersangka setelah penyidik Polda Jabar melakukan gelar perkara ketiga di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (30/1). Rizieq, yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri, dijerat dengan Pasal 154 a KUHP tentang penodaan terhadap lambang negara dan Pasal 320 KUHP tentang pencemaran terhadap orang yang sudah meninggal.
(idh/jbr)


Sumber: detik.com

1 Response to " Ini Pernyataan Keras Kapolda Anton kepada Habib Rizieq Terkait Pengerahan Massa Saat Diperiksa "

  1. Pak kapolda, ambil tindakan yang lebih tegas dan profesional.

    BalasHapus

close
Banner iklan disini