Amien Rais: Masa gara-gara Ahok si pekok itu kemudian gonjang-ganjing

Gentanusa.com ~ Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais hadir dalam acara Tablig Akbar Politik Islam (TAPI), yang digelar di Masjid Al-Azhar, Kebayoran, Jakarta Selatan, Minggu (15/1).

Dalam kehadirannya, Amien menegaskan semua pihak yang telah menistakan agama, harus dihukum sesuai dengan aturan yang ada.

Hal itu Ia ungkapkan, salah satunya untuk Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang disebut Amien sebagai ‘Si Pekok’.

“Soal Ahok ini, semua penista agama termasuk “Si Pekok” harus dihukum. Tidak ada pengecualian. Maaf ya si Ahok saya sebut si pekok,” katanya di lokasi.

Bahkan, kata mantan Ketua MPR ini meminta proses hukum Ahok dipercepat, karena dianggap sudah meresahkan masyarakat.

“Lebih cepat lebih bagus. Ahok itu dipercepat jangan bertele-tele kemudian diberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan rasa keadilan, jangan dimain-mainkan hukum itu, penista itu (Ahok) masuk penjara. Kemudian, kita buka lembaran baru. Mudah-mudahan negara kita tenang kembali,” bebernya.

“Masa gara-gara Ahok si pekok itu kemudian gonjang-ganjing, nggak bener itu,” pungkasnya.


Sumber: merdeka.com

1 Response to "Amien Rais: Masa gara-gara Ahok si pekok itu kemudian gonjang-ganjing"

  1. Bingung . kok seorang amin rais menutup mata dr aturan dlm hukum .

    Jika menista agama maka akg di beri teguran keras agr tidak mengulangi perbuatannya .
    Nah ini gk ada teguran sm skli dan ahok pun sudah mn maaf .

    Trz hrs di kasih hukuman setimpal tuh apa... ??

    Ada kasus menista agama yg lain, pak amin gk permasalahkan ... Padahal infonya apa yang di lakukan bnr2 jlz menista. Tp stelah mnt mf maka slesailah sudah mslhnya .

    Mohon jd org tua yg bs mengayomi.. Memberi contoh2 yg baik kpd generasi muda .

    Baiknya di cermati dulu baik2... Di simpulkan baik2 ..

    Jadilah org tua yg mendapat tempat di hati generasi muda .
    Jadilah sosok bapak yg membawa kedamaian dlm hati pemuda2 NKRI.

    BalasHapus

close
loading...