Tersangka Penghadang Kampanye Ahok-Djarot Kabur, Ini Tanggapan Bawaslu

Gentanusa.com ~ Rudy Nurochman Kurniawan, tersangka penghadangan kampanye Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Status DPO dikeluarkan karena Rudy melarikan diri.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti akan menggelar rapat dengan tim Sentra Gakkumdu DKI Jakarta untuk menentukan tindakan.

"Kita rapat dulu dengan tim, ya karena kan kita harus tentukan ini. Kan harus dilimpahkan ke kejaksaan. Dari penyidikan, dilimpahkan ke kejaksaan, nanti kita lihat masih ada waktu lagi enggak," ujar Mimah menjawab pertanyaan wartawan dalam acara Rapat Kerja Teknis Sentra Penegakan Hukum Terpadu Provinsi DKI Jakara, di Golden Boutique Angkasa, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2016).

Penyidik memiliki batasan waktu selama 14 hari untuk menyelesaikan perkara ini hingga berkas dinyatakan lengkap (P21). Jika dalam tenggang waktu tersebut penyidikan belum selesai, maka kasus dianggap kedaluwarsa.

"Ya kedaluwarsa. Sejak dilimpahkan, jadi penyidik itu punya waktu 14 hari untuk melakukan penyidikan. Kan udah lama. Kita ketemu jaksa dulu karena kan harus dilimpahkan ke kejaksaan. Maksudnya gini, orangnya nggak ada. Karena kalau di pengadilan kan orangnya harus ada. Yang disidang siapa?" tambahnya.

Dalam Peraturan Badan Pengawas Pemilu Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pengawasan Pemilihan Umum, yakni di Pasal 36 ayat 2, diatur bahwa waktu penanganan dugaan pelanggaran bisa diperpanjang paling lama 14 hari setelah dugaan pelanggaran diterima. Dalam Pasal 187 ayat (4) UU Pilkada dijelaskan ancaman hukuman untuk pelanggaran penghalangan kampanye adalah hukuman satu bulan dan paling lama enam bulan, atau denda Rp 600 ribu dan atau Rp 6 juta.

Rencananya, Mimah akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan untuk menentukan penanganan penghadangan kampanye terhadap Cawagub Djarot Saeful Hidayat.

"Minggu ini kita ketemu polisi dan jaksa. Nanti kita menentukan apakah nanti kalau tidak ada orangnya apakah masih bisa diteruskan, apakah nanti punya potensi jadi tindak pidana umum, bukan tindak pidana pemilu lagi. Nanti kita lihat cara penangangan pelanggarannya. Karena tindak pidana pemilunya tidak terpenuhi karena tersangka sudah melarikan diri dan nggak datang kita panggil. Apakah tersangka bisa terkena tindak pidana umum karena dianggap menghalangi penyidikan," tegas Mimah.

Rudy melakukan penghadangan saat Djarot melakukan kampanye di Rusun Petamburan RW 011 Jl Jati Pinggir, Petamburan, Jakarta Pusat, tanggal 25 November 2016. Polisi menetapkan Rudy sebagai tersangka sejak 6 Desember 2016. Namun, Rudy melarikan diri sehingga penyidik menerbitkan DPO tersangka pada tanggal 16 Desember 2016 sebagaimana tersurat dalam nomor DPO/415/XII/2016/Ditreskrimum tanggal 16 Desember 2016.


Sumber: detik.com

1 Response to " Tersangka Penghadang Kampanye Ahok-Djarot Kabur, Ini Tanggapan Bawaslu "

close
Banner iklan disini