Begini Jawaban Pedas Birgaldo Sinaga Buat Dwi Estiningsih yang Mau Minta Maaf

Gentanusa.com ~ Dwi Estiningsih dilaporkan ke polisi gara-gara mempersoalkan 5 gambar pahlawan di uang rupiah baru yang disebutnya sebagai kafir. Dia ingin menemui pelapor untuk meminta maaf agar kasusnya tidak diperpanjang.

Pernyataan tersebut disampaikan salah satu kuasa hukum Dwi dari LSM Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM), Iwan Satriawan, kepada detikcom, Rabu (22/12/2016).

Iwan menjelaskan, kliennya hingga saat ini belum menerima panggilan resmi dari polisi terkait kasus cuitannya di Twitter yang mempersoalkan 5 orang pahlawan di uang rupiah baru yang disebutnya sebagai kafir. Mereka sendiri sedang berupaya menjalin komunikasi langsung dengan pelapor.

"Bu Dwi menyatakan ke saya, dia tidak ada maksud untuk menyerang atau menyinggung," kata Iwan.

Iwan berharap kliennya bisa duduk bersama dengan pelapor. Dia menilai ada kesalahan persepsi dari pelapor dalam kasus ini. Karena itu, kliennya ingin menjelaskan secara langsung.

Dwi, lanjut Iwan, juga ingin meminta maaf jika pelapor tersinggung dengan cuitannya di Twitter. "Kan ini masalah persepsi. Jadi kalau ada yang tersinggung ya harus gentleman. Ada upaya mengklarifikasi, Bu Esti bisa meminta maaf," ujarnya.

Dwi dilaporkan oleh Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia (Forkapri) ke Polda Metro Jaya atas cuitannya yang mempersoalkan 5 pahlawan nasional yang disebutnya kafir di mata uang Rupiah yang baru.

Jawaban Pedas Relawan Jokowi Ahok Birgaldo Sinaga Sebagai Pihak Pelapor
Berikut ini Tanggapan Birgaldo Sinaga Yang disampaikan lewat akun facebooknya setelah mendengar Dwi Estiningsih berniat menemuinya untuk meminta maaf atas cuitannya di twitter yang telah menghina pahlawan nasional:

"Dapat kiriman dari teman. Menurut berita Detik, Dwi Estiningsih ingin menemui saya meminta maaf atas cuitannya yang telah membuat tersinggung.

Buat saya secara personal atau pribadi tidak ada masalah dengan Dwi Estiningsih. Namun ini soal kekejian dan kebencian teramat dalam engkau lontarkan.

Ini soal kebangsaan dan negara. Negara yang ditenun oleh seluruh anak bangsa.

Tidak ada nama Indonesia jika hanya Jogyakarta tempatmu lahir dan mencari nafkah.

Siapakah mayoritas dan minoritas menurutmu? Atas jumlah penganut agama? Suku? Luas wilayah Provinsi?

Penghakimanmu itu mengerikan sekali Dwi Estiningsih. Indonesia ada karena semua anak bangsa dari ratusan suku bangsa sepakat melebur menjadi satu bangsa. Bangsa Indonesia.

Caramu menghina pahlawan bangsa hanya karena berbeda iman denganmu sungguh menjijikkan dan memuakkan.

Kau anggapkah kami ini lebih buruk dari kecoak sehingga engkau mengatakan mayoritas dari minoritas adalah pengkhianat bangsa?

Saya masih kehilangan keseimbangan membaca kekejian kebencianmu kepada kami." Tegas  Birgaldo Sinaga.

3 Responses to " Begini Jawaban Pedas Birgaldo Sinaga Buat Dwi Estiningsih yang Mau Minta Maaf "

  1. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat dan menghargai jasa para pahlawannya

    BalasHapus
  2. Tanpa jasa para pahlawan kita anak bangsa tdk akan dpt menikmati kemerdekaan spt skrg ini. Apa yg sdh anda lakukan bu Dwi pd negara ini shg anda mampu menghina para pahlawan
    Pelajaran sejarah mana yg anda pelajari shg berbeda dgn pelajatan sejarah anak bangsa yg lain pelajari atau jgn2 anda sering bolos saat jam pel.sejarah shg tdk tau gmn perjuangan para pahlawan.
    Jadilah orang yg berani berbuat berani bertanggung jawab baik secara hukum maupun sosial jgn berlindung dibalik kata maaf. Krn kata maaf saja tdk mampu menyelesaikan segala masalah

    BalasHapus
  3. Tanpa jasa para pahlawan kita anak bangsa tdk akan dpt menikmati kemerdekaan spt skrg ini. Apa yg sdh anda lakukan bu Dwi pd negara ini shg anda mampu menghina para pahlawan
    Pelajaran sejarah mana yg anda pelajari shg berbeda dgn pelajatan sejarah anak bangsa yg lain pelajari atau jgn2 anda sering bolos saat jam pel.sejarah shg tdk tau gmn perjuangan para pahlawan.
    Jadilah orang yg berani berbuat berani bertanggung jawab baik secara hukum maupun sosial jgn berlindung dibalik kata maaf. Krn kata maaf saja tdk mampu menyelesaikan segala masalah

    BalasHapus

close
loading...